[Buku Bahasa Indonesia] Thinking Fast and Slow - Daniel Kahneman

LINDA: KURANG ITU LEBIH

Percobaan kami yang paling dikenal dan kontroversial melibatkan seorang perempuan fiktif bernama Linda. Amos dan saya membuat soal Linda untuk memberi bukti telak mengenai peran heuristik dalam pertimbangan dan ketidakcocokannya dengan logika. Inilah deskripsi Linda:

Linda berumur 31 tahun, lajang, berani bicara, dan sangat cerdas. Dia dulu mahasiswi filsafat. Sewaktu masih mahasiswi, dia sangat peduli dengan isu diskriminasi dan keadilan sosial, dan juga terlibat demonstrasi antinuklir.

Orang-orang yang mendengar deskripsi itu pada 1980-an langsung menebak bahwa Linda kuliah di University of California, Berkeley, yang saat itu terkenal karena mahasiswa-mahasiswanya yang radikal dan melek politik.

Dalam salah satu percobaan, kami memberi delapan kemungkinan skenario Linda kepada peserta. Sebagian orang mengurutkan skenario berdasarkan keterwakilan, sebagian lain berdasarkan probabilitas. Soal Linda mirip dengan soal Tom W., tapi ada pelintirannya:

  1. Linda seorang guru sekolah dasar.
  2. Linda bekerja di toko buku dan ikut kelas yoga.
  3. Linda aktif dalam pergerakan feminisme.
  4. Linda pekerja sosial bidang psikiatri.
  5. Linda anggota League of Woman Voters.
  6. Linda seorang kasir bank.
  7. Linda seorang sales asuransi.
  8. Linda seorang kasir bank dan aktif di pergerakan feminisme.

Walau beberapa istilah terdengar kuno, konsensus pertimbangan tetap jelas: Linda sangat cocok untuk feminis aktif, lumayan cocok untuk pekerja di toko buku yang ikut kelas yoga, dan sangat tidak cocok untuk kasir bank atau sales asuransi.

Perhatikan bagian penting: Apakah Linda lebih terlihat seperti kasir bank, atau kasir bank yang aktif di pergerakan feminisme? Semua sepakat Linda lebih cocok dengan “kasir bank feminis”. Menambahkan rincian feminisme membuat ceritanya lebih koheren, tapi secara logika probabilitas, ini menimbulkan konflik:

Himpunan kasir bank feminis termasuk dalam himpunan kasir bank. Probabilitas Linda sebagai kasir bank feminis harus lebih rendah dibanding probabilitas Linda sebagai kasir bank. Memberi rincian hanya bisa menurunkan probabilitas, sehingga soal ini memunculkan konflik antara intuisi keterwakilan dan logika probabilitas.

Percobaan awal dilakukan antar-subjek: tiap peserta melihat tujuh skenario yang memuat hanya satu skenario kritis (“kasir bank” atau “kasir bank feminis”). Seperti soal Tom W., peringkat rata-rata berdasarkan kemiripan dan probabilitas identik: “kasir bank feminis” lebih tinggi daripada “kasir bank”.

Distributor pusat penjualan segala alat listrik tenaga surya. Toko online jual listrik tenaga matahari. Produsen Produk solar sel murah.www.tokosolarcell.net . daftar Paket harga penjualan listrik tenaga matahari

Lalu kami lanjutkan percobaan dalamsubjek, menempatkan “kasir bank” di urutan keenam dan “kasir bank feminis” terakhir. Kami yakin peserta bakal memperhatikan hubungan logis, tapi hasilnya mengejutkan: semua peserta tetap mengurutkan “kasir bank feminis” lebih mungkin terjadi daripada “kasir bank”.

Kami mengamati kegagalan Sistem 2: peserta punya kesempatan untuk mendeteksi logika probabilitas karena kedua hasil ditampilkan di peringkat yang sama, tapi mereka tidak memanfaatkannya.

Saat diperluas, 89% mahasiswa S1 melanggar logika probabilitas. Mahasiswa doktoral yang sudah belajar probabilitas lanjutan, statistika, dan teori keputusan pun 85% tetap menilai “kasir bank feminis” lebih mungkin daripada “kasir bank”.

Like

0

Love

0

Haha

0

Wow

0

Sad

0

Angry

0

Artikel Terkait

Comments (0)

Leave a comment