Buku Bahasa Indonesia Guyton And Hall Textbook of Medical Physiology 61-67
SEKRESI PANKREAS
Pankreas, yang terletak sejajar dan di bawah lambung (ditunjukkan pada Gambar 65-10), merupakan kelenjar majemuk besar, dan sebagian besar struktur internalnya mirip dengan kelenjar saliva yang ditunjukkan pada Gambar 65-2. Enzim pencernaan pankreas disekresikan oleh asinus pankreas, sedangkan sejumlah besar larutan natrium bikarbonat disekresikan oleh duktulus kecil dan duktus besar yang berasal dari asinus. Gabungan enzim dan natrium bikarbonat tersebut kemudian mengalir melalui duktus pankreatikus panjang yang biasanya bergabung dengan duktus hepatikus tepat sebelum bermuara ke duodenum melalui papila Vater yang dikelilingi sfingter Oddi.
Cairan pankreas disekresikan paling banyak sebagai respons terhadap adanya kimus pada bagian atas usus halus, dan karakteristik cairan pankreas ditentukan sampai batas tertentu oleh jenis makanan di dalam kimus. Pankreas juga menyekresikan insulin, tetapi insulin tidak disekresikan oleh jaringan pankreas yang sama dengan jaringan yang menyekresikan cairan pankreas intestinal. Sebaliknya, insulin disekresikan langsung ke dalam darah, bukan ke usus, oleh pulau Langerhans yang tersebar di seluruh pankreas. Struktur ini dibahas pada Bab 79.
ENZIM PENCERNAAN PANKREAS
Sekresi pankreas mengandung banyak enzim untuk mencerna tiga jenis utama makanan, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak. Sekresi ini juga mengandung HCO3− dalam jumlah besar, yang berperan penting dalam menetralkan keasaman kimus yang dikeluarkan dari lambung menuju duodenum.
Enzim pankreas terpenting untuk mencerna protein adalah tripsin, kimotripsin, dan karboksipolipeptidase. Di antara semuanya, tripsin merupakan yang paling banyak jumlahnya.
Tripsin dan kimotripsin memecah protein utuh maupun protein yang sebagian telah dicerna menjadi peptida dengan berbagai ukuran, tetapi tidak menyebabkan pelepasan asam amino tunggal. Namun, karboksipolipeptidase memecah beberapa peptida menjadi asam amino individual, sehingga menyelesaikan pencernaan sebagian protein hingga tahap asam amino.
Enzim pankreas untuk mencerna karbohidrat adalah amilase pankreas, yang menghidrolisis pati, glikogen, dan sebagian besar karbohidrat lain (kecuali selulosa) sehingga terutama membentuk disakarida dan sejumlah kecil trisakarida.
Enzim utama untuk pencernaan lemak adalah sebagai berikut: (1) lipase pankreas, yang mampu menghidrolisis lemak netral menjadi asam lemak dan monogliserida; (2) kolesterol esterase, yang menyebabkan hidrolisis ester kolesterol; dan (3) fosfolipase, yang memisahkan asam lemak dari fosfolipid.
Ketika pertama kali disintesis di dalam sel pankreas, enzim pencernaan proteolitik berada dalam bentuk inaktif secara enzimatik, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan prokarboksipolipeptidase. Enzim-enzim ini baru menjadi aktif setelah disekresikan ke saluran intestinal. Tripsinogen diaktifkan oleh enzim yang disebut enterokinase, yang disekresikan oleh mukosa usus ketika kimus berkontak dengan mukosa. Tripsinogen juga dapat diaktifkan secara autokatalitik oleh tripsin yang telah terbentuk sebelumnya dari tripsinogen yang sudah disekresikan. Kimotripsinogen diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin, dan prokarboksipolipeptidase diaktifkan dengan cara yang serupa.
Sekresi Inhibitor Tripsin Mencegah Pencernaan Pankreas
Penting bahwa enzim proteolitik cairan pankreas tidak menjadi aktif sampai setelah disekresikan ke usus karena tripsin dan enzim lainnya dapat mencerna pankreas itu sendiri. Untungnya, sel yang sama yang menyekresikan enzim proteolitik ke dalam asinus pankreas secara simultan juga menyekresikan zat lain yang disebut inhibitor tripsin. Zat ini, yang dibentuk di sitoplasma sel kelenjar, mencegah aktivasi tripsin di dalam sel sekretorik maupun di asinus dan duktus pankreas. Selain itu, karena tripsin mengaktifkan enzim proteolitik pankreas lainnya, inhibitor tripsin juga mencegah aktivasi enzim-enzim lain tersebut.
Ketika pankreas mengalami kerusakan berat atau ketika suatu duktus tersumbat, sejumlah besar sekresi pankreas kadang terkumpul di area pankreas yang rusak. Dalam kondisi ini, efek inhibitor tripsin sering kali tidak mampu mengimbangi sehingga sekresi pankreas dengan cepat menjadi aktif dan secara harfiah dapat mencerna seluruh pankreas dalam beberapa jam, menimbulkan kondisi yang disebut pankreatitis akut. Kondisi ini kadang bersifat fatal akibat syok sirkulasi yang menyertainya; bahkan jika tidak fatal, biasanya menyebabkan insufisiensi pankreas seumur hidup.
SEKRESI ION BIKARBONAT
Walaupun enzim cairan pankreas seluruhnya disekresikan oleh asinus kelenjar pankreas, dua komponen penting lain cairan pankreas, yaitu HCO3− dan air, terutama disekresikan oleh sel epitel duktulus dan duktus yang berasal dari asinus. Ketika pankreas dirangsang untuk menyekresikan cairan pankreas dalam jumlah besar, konsentrasi HCO3− dapat meningkat hingga mencapai 145 mEq/L, yaitu sekitar lima kali konsentrasi HCO3− plasma. Konsentrasi tinggi ini menyediakan sejumlah besar alkali dalam cairan pankreas yang berfungsi menetralkan asam hidroklorida yang dikeluarkan dari lambung menuju duodenum.
Langkah-langkah dasar mekanisme seluler untuk menyekresikan larutan natrium bikarbonat ke dalam duktulus dan duktus pankreas, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 65-8, adalah sebagai berikut:
- Karbon dioksida berdifusi ke bagian dalam sel dari darah dan, di bawah pengaruh karbonat anhidrase, bergabung dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3). Asam karbonat terdisosiasi menjadi HCO3− dan H+. Tambahan HCO3− masuk ke dalam sel melalui membran basolateral melalui kotranspor dengan Na+. HCO3− kemudian dipertukarkan dengan Cl− melalui transpor aktif sekunder pada batas luminal sel menuju lumen duktus. Cl− yang masuk ke dalam sel didaur ulang kembali ke lumen melalui kanal klorida khusus.
- H+ yang terbentuk dari disosiasi asam karbonat di dalam sel dipertukarkan dengan Na+ melalui membran basolateral sel melalui transpor aktif sekunder. Ion natrium juga masuk ke dalam sel melalui kotranspor dengan HCO3− melintasi membran basolateral. Ion natrium kemudian ditranspor melintasi batas luminal menuju lumen duktus pankreas. Tegangan negatif lumen juga menarik Na+ bermuatan positif melintasi tight junction antarsel.
- Pergerakan keseluruhan Na+ dan HCO3− dari darah menuju lumen duktus menciptakan gradien tekanan osmotik yang menyebabkan osmosis air juga masuk ke dalam duktus pankreas, sehingga membentuk larutan bikarbonat yang hampir sepenuhnya isosmotik







Comments (0)