Buku Bahasa Indonesia Karen Amstrong: Sejarah Tuhan
GLOSARIUM
Alam Al-Mitsal (bahasa [b.] Arab). Dunia citra-citra murni: dunia arketipal imajinasi yang mengantarkan mistikus Muslim dan filosof kontemplatif kepada Tuhan.
Alim (jamak, 'ulama) (b. Arab). Ahli agama Islam.
Apatheia (b. Yunani). Ketidakberubahan, keheningan, dan tidak dapat dipengaruhi. Sifat-sifat Tuhan menurut para filosof Yunani ini menjadi penting bagi konsepsi Kristen tentang Tuhan, yang dipandang mustahil untuk menderita dan berubah.
Apofatik (b. Yunani). Tak bergeming. Orang Kristen Yunani percaya bahwa semua teologi mesti memiliki elemen keheningan, paradoks, dan pengendalian diri untuk mencapai ketakterlukisan dan misteri Tuhan.
Arketipe. Pola asal atau prototipe dunia kita, yang diidentifikasi dengan alam ketuhanan dewa-dewa kuno. Di dunia pagan, segala yang ada di dunia ini dianggap merupakan replika atau salinan dari realitas yang ada di alam langit. Lihat juga alam al-mitsal.
Ashkenazim (versi Ibrani dari “Allemagne”). Orang Yahudi Jerman dan sebagian Eropa Barat dan Timur.
Atman (b. India). Kekuatan sakral Brahman yang ada dialami setiap individu di dalam dirinya masing-masing.
Avatar. Dalam mitos Hindu, turunnya dewa ke bumi dalam wujud manusia. Lebih lazim dipakai untuk seseorang yang diyakini menubuhkan atau sebagai inkarnasi Tuhan.
Âyah (jamak, ayat) (b. Arab). Tanda, kiasan. Di dalam Al-Quran, manifestasi Tuhan di dunia.
Banat Allah (b. Arab). Putri-putri Tuhan: di dalam Al-Quran, frase itu merujuk kepada tiga dewi pagan Allat, Al-Uzza, dan Manat.
Baga' (b. Arab). Kekekalan. Kembalinya seorang mistikus sufi kepada pribadinya yang telah ditingkatkan dan diperluas setelah puncak peniadaan dirinya (fana') dalam Tuhan.
Bathin (b. Arab). Makna terdalam Al-Quran. Seorang batini adalah seorang Muslim yang mempersembahkan diri kepada pemahaman esoterik dan mistikal terhadap iman.
Bhakti (b. India). Pengabdian kepada pribadi Buddha atau kepada dewa-dewa Hindu yang turun ke bumi dalam bentuk manusia.
Bodhisattva (b. India). Yang akan menjadi Buddha. Orang-orang yang telah menunda nirvana pribadinya sendiri untuk membimbing dan menyelamatkan manusia yang sengsara dan tidak tercerahkan.
Brahman. Istilah Hindu untuk suci sakral yang menopang seluruh eksistensi: makna batin eksistensi.
Buddha (b. India). Orang yang tercerahkan. Gelar yang diberikan kepada orang yang mencapai nirvana, namun sering dinisbahkan kepada Siddharta Gautama, pendiri Buddhisme.
Dzikr (b. Arab). “Mengingat? Tuhan. Dalam sufisme, zikir mengambil bentuk melafalkan nama Tuhan secara berulangulang.
Dogma. Dipergunakan oleh Kristen Yunani untuk menjelaskan tradisi gereja yang tersembunyi dan rahasia, yang hanya mungkin dipahami secara mistik dan diungkapkan secara simbolik. Di Barat, dogma kemudian diartikan sebagai seperangkat pendapat yang bersifat kategorik dan autoritatif.
Dynameis (b. Yunani). “Kuasa” Tuhan. Istilah yang dipakai oleh orang Yunani untuk menyatakan aktivitas Tuhan di bumi, yang dianggap sangat berbeda dari esensi Tuhan yang tidak bisa dijangkau oleh akal.
Ekstasi (b. Yunani). Secara harfiah berarti, “keluar dari diri”. Jika diterapkan kepada Tuhan, mengindikasikan kenosis Tuhan gaib yang meninggalkan perhatian kepada dirinya sendiri agar dia dikenal oleh manusia.
El. Tuhan Mahatinggi orang-orang Kanaan kuno, yang tampaknya juga merupakan Tuhan Ibrahim, Ishag, dan Yakub, nenek moyang bangsa Israel.
Emanasi. Proses memancarnya berbagai tingkatan realitas dari sumber tunggal dan primal, yang oleh kaum monoteis disebut sebagai Tuhan. Sebagian orang Yahudi, Kristen dan Muslim, termasuk para filosof dan kaum mistik, lebih suka menggunakan kiasan kuno ini untuk menjelaskan asal usul kehidupan daripada kisah biblikal konvensional tentang penciptaan segala sesuatu oleh Tuhan dalam satu periode waktu sekaligus.
En Sof (b. Ibrani: “tanpa akhir”). Esensi Tuhan yang tak dapat dikenal, tak dapat dijangkau, dan tak dapat diketahui dalam teologi mistik Yahudi Kabbalah.
Energeiai (b. Yunani: “energies”). “Aktivitas” Tuhan di dunia, yang membuat kita mampu mengetahui sesuatu tentang dia. Sebagaimana dynameis, istilah ini digunakan untuk membedakan konsepsi manusia tentang Tuhan dari realitas Tuhan yang tak terlukiskan dan tak bisa dipahami itu sendiri.
Baca Juga: [Buku Bahasa Indonesia] Cosmos - Carl Sagan
Enuma Elish. Epik Babylonia yang mengisahkan tentang penciptaan alam, dinyanyikan selama Perayaan Tahun Baru.
Epifani. Penampilan dewa atau dewi di bumi dalam bentuk manusia.
Falsafah (b. Arab). Filsafat. Usaha untuk menafsirkan Islam dalam terma rasionalisme Yunani kuno.
Fana‘ (b. Arab). Peniadaan. Peleburan ekstatik mistikus sufi di dalam Tuhan.
Faylasuf (b. Arab). Filosof. Gelar yang diberikan kepada orang Yahudi dan Muslim di wilayah imperium Islam yang mengabdikan diri kepada cita-cita rasional dan ilmiah falsafah.
Getik (b. Persia). Alam materi tempat kita hidup dan yang dapat kita rasakan dengan indra kita.
Goy (jamak, goyim) (b. Ibrani). Orang non-Yahudi.
Hadis (jamak, ahadist) (b. Arab). Tradisi atau kumpulan ucapan Nabi Muhammad Saw.
Hesychasm, hesychast. Dari kata Yunani hesychia: Keheningan batin, ketenangan. Kontemplasi hening yang dilakukan oleh mistikus ortodoks Yunani yang meninggalkan kata-kata dan konsep.
Hijrah (b. Arab). Migrasi kaum Muslim generasi pertama dari Makkah ke Madinah pada 622 M, sebuah peristiwa yang menandai permulaan era Islam.
Hikmat. Dalam bahasa Ibrani Hokhmah dan dalam bahasa Yunani Sophia. Personifikasi kehendak Tuhan di dalam kitab suci. Sebuah metode menjelaskan aktivitasnya dalam dunia, yang dapat dipahami oleh persepsi manusia, kebalikan dari Zat Tuhan yang tidak dapat dijangkau.
Homoousion (b. Yunani). Secara harfiah, “dibuat dari bahan atau substansi yang sama”. Istilah kontroversial yang dipakai oleh Athanasius dan para pendukungnya untuk mengungkapkan keyakinan mereka bahwa Yesus mempunyai hakikat (ousia) yang sama dengan Tuhan Bapa dan, karena itu, juga merupakan Tuhan sebagaimana Dia.
Hypostasis (b.Yunani). Ekspresi lahiriah dari hakikat batin seseorang, kebalikan dari ousia (esensi), yang mencerminkan seseorang atau objek jika dilihat dari dalam. Suatu objek atau pribadi dilihat dari luar. Istilah ini dipakai oleh orang-orang Yunani untuk menjelaskan tiga bentuk manifestasi esensi Tuhan yang tersembunyi: sebagai Bapa, Putra, dan Roh.
Ijtihad (b. Arab). Penalaran bebas.
lim (b. Arab). “Pengetahuan” rahasia tentang Tuhan, yang oleh Muslim Syiah diyakini hanya dimiliki oleh para imam.
Imam (b. Arab). Dalam Syiah, yang disebut imam adalah keturunan Ali, keponakan Nabi Muhammad Saw. Imam dimuliakan sebagai avatar ilahi. Akan tetapi, kaum Muslim Sunni, menggunakan istilah itu hanya untuk merujuk pada orang yang memimpin shalat berjamaah.
Inkarnasi. Titisan Tuhan dalam wujud manusia.
Isyrag (b. Arab). Iluminasi. Aliran Isyragi dalam filsafat dan spiritualitas yang didirikan oleh Yahya Suhrawardi.
Islam (b. Arab). Menyerah (kepada Tuhan).
Jahiliyyah (b. Arab). Zaman kebodohan: istilah yang dipakai oleh umat Muslim untuk menggambarkan zaman pra-lslam di Arabia.
Baca Juga: Lighten PDF Converter OCR 6.1.1 Full Version
Ka'bah (b. Arab). Batu berbentuk kubus sebagai tempat suci bagi Allah di Makkah.
Kalam (b. Arab). Secara harfiah, “perdebatan”. Teologi Muslim: usaha untuk menafsirkan Al-Quran secara rasional.
Kekudusan (Holiness). Dalam bahasa Ibrani kaddosh: keberbedaan absolut Tuhan: keterpisahan radikal antara Tuhan dan alam materi.
Kenosis (b. Yunani). Pengosongan diri.
Kerygma (b. Yunani). Istilah yang dipakai oleh orang Kristen Yunani untuk menyatakan ajaran umum gereja, yang dapat diungkapkan dengan jelas dan rasional, kebalikan dari dogma.
Logos (b. Yunani). Rasio; definisi; kata. “logos” Tuhan diidentifikasi oleh para teolog Yunani sebagai Hikmat Tuhan dalam kitab suci agama Yahudi atau Firman yang disebutkan dalam prolog Injil Yohanes.
Madrasah (b. Arab). Sekolah ilmu-ilmu keislaman.
Mana. Istilah yang pada mulanya dipakai di Kepulauan Laut Selatan untuk menyatakan kekuatan gaib yang menguasai alam fisik dan dirasakan sebagai sesuatu yang sakral atau ilahi.
Menok (b. Persia). Alam wujud arketipal, surgawi.
Merkavah (b. Ibrani). Kereta kencana. lihat Mistisisme Mahkota.
Mistisisme Mahkota. Sebentuk mistisisme Yahudi kuno, yang memusatkan perhatian pada deskripsi tentang kencana langit (Merkavah) yang dilihat Yehezkiel dan berupa kenaikan imajiner melalui ruang-ruang (bekhalot) istana Tuhan menuju singgasananya.
Mishnah (b. Ibrani). Hukum agama Yahudi disusun, disunting, dan direvisi oleh para rabi zaman perdana yang disebut sebagai kelompok tannaim. Kitab hukum ini dibagi ke dalam enam unit mayor dan enam puluh tiga unit minor, merupakan dasar pembahasan dan penafsiran hukum Talmud.
Mitzvah (jamak, mitzvot) (b. Ibrani). Perintah.
Muslim (b. Arab). Orang yang berserah diri kepada Tuhan.
Mu'tazilah (b. Arab). Sekte Muslim yang berusaha untuk menafsirkan Al-Quran secara rasional.
Nabi. Seseorang yang berbicara atas nama Tuhan.
Nirvana (b. India). Secara harfiah “mendingin” atau “padam” seperti nyala api; pemadaman. Istilah ini dipakai oleh kaum Buddhis untuk menyatakan realitas tertinggi, tujuan dan cita-cita manusia dan akhir penderitaan. Seperti halnya Tuhan sebagai muara pencarian monoteistik, nirvana tidak dapat didefinisikan secara rasional karena berada pada tatanan pengalaman yang berbeda.
Numinous. Dari bahasa latin numen: Ruh. Persepsi tentang keilahian, transendensi, dan kekudusan (q.v.) yang selalu membawa rasa kagum, takjub, dan gentar.
Oikumene (b. Yunani). Dunia berperadaban.
Oknum (persona, jamak, personae) (b. latin). Topeng yang dikenakan oleh seorang aktor untuk mencerminkan karakter yang dipentaskannya kepada pemirsa dan untuk membuat suaranya terdengar di dalam gedung pertunjukan. Istilah ini dipilih oleh orang Kristen Barat untuk menyatakan tiga hypostases Trinitas. Ketiga “oknum” tersebut adalah Bapa, Putra, dan Roh.
Ortodoks, Ortodoksi. Secara harfiah, "ajaran yang benar”. Istilah yang dipakai Kristen Yunani untuk membedakan orang yang mengikuti doktrin gereja yang benar dari mereka yang dianggap kafir, seperti pengikut Arian atau Nestorian. Istilah ini juga diterapkan pada agama Yahudi tradisional yang menuntut ketaatan ketat terhadap Taurat.
Ousia (b. Yunani). Esensi, hakikat. Yang menjadikan sesuatu sebagaimana adanya. Seseorang atau objek dilihat dari dalam. Jika diterapkan kepada Tuhan, istilah ini menunjukkan bahwa esensi Tuhan berada di luar jangkauan pemahaman dan pengalaman manusia.
Parzuf (jamak, parzufim) (b. Yunani). Wajah. Seperti halnya oknum (personae) dalam Trinitas, sebagian aliran Kabbalah (q.v.) membayangkan Tuhan yang tak terjangkau mewahyukan dirinya kepada umat manusia dalam sejumlah “wajah” dengan penampakan yang berbeda-beda.
Patriark. Istilah yang dipergunakan sebagai julukan bagi Ibrahim, Ishag, dan Yakub, nenek moyang bangsa Israel.
Pemberhalaan (Idolatry). Penyembahan atau ketundukan kepada manusia atau realitas buatan manusia selain Tuhan yang transenden.
Pemecahan Tabung. Istilah dalam Kabbalisme Isaac Luria yang menggambarkan bencana primal, ketika percikan cahaya Tuhan jatuh ke bumi dan terperangkap di dalam materi.
Pir (b. Arab). Pembimbing spiritual.
Rig-Veda. Kumpulan nyanyian para dewa dalam kurun waktu 1500-900 SM, yang mengungkapkan keyakinan keagamaan orang Arya yang menginvasi lembah Indus dan memaksa
Roh Kudus (Holy Spirit). Istilah yang dipergunakan para rabi, sering dipertukarkan dengan Shekinah untuk menyatakan kehadiran Tuhan di bumi. Sebuah cara untuk membedakan Tuhan yang kita alami dan kenal dari ilah yang sama sekali transenden dan selamanya berada di luar jangkauan kita. Dalam agama Kristen, Roh Kudus menjadi “oknum” ketiga dari Trinitas.
Sefirah (jamak, sefiroth) (b. Ibrani). “Penomoran”. Sepuluh tahap pewahyuan Tuhan menurut Kabbalah. Kesepuluh sefiroth itu adalah:
Kether elyon: Mahkota Tertinggi.
Hokhmah: Kebijaksanaan.
Binah: Akal.
Hesed: Cinta.
Din: Kekuasaan.
Tifereth: Keindahan.
Netsakh: Keabadian.
Hod: Keagungan.
Yesod: Fondasi.
Malkuth: Kerajaan. Juga disebut Shekinah.
Sephardim. Orang Yahudi Spanyol.
Syahadat. Pernyataan keimanan Islam: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
Syariat. Hukum agama Islam, didasarkan pada Al-Quran dan Hadis.
Shekinah. Dari bahasa Ibrani shaken: mendirikan tenda. Istilah para rabi bagi kehadiran Tuhan di bumi untuk membedakan pengalaman seorang Yahudi tentang Tuhan dari realitas Tuhan itu sendiri. Di dalam Kabbalah, Shekinah diidentifikasi sebagai sefiroth terakhir.
Shema. Pernyataan keimanan Yahudi: “Dengar [shema] hai orang Israel: TUHAN [Yahweh] itu Allah kita, TUHAN [Yahweh] itu esa!” (Ulangan 6:4).
Syiah. Pengikut Ali. Muslim Syiah percaya bahwa Ali ibn Abi Thalib (menantu dan keponakan Nabi Muhammad Saw.) dan para imam, keturunannya, mesti menjadi pemimpin komunitas Muslim.
Shiur Qomah (b. Ibrani). Ukuran Ketinggian. Sebuah naskah mistik kontroversial dari abad kelima yang menjelaskan tentang sosok yang dilihat Yehezkiel bersinggasana di kencana langit.
Sufi, Sufisme. Kaum mistikus dan spiritualitas mistikal Islam. Istilah ini kemungkinan berasal dari kenyataan bahwa kaum sufi dan zahid awal senang memakai jubah yang terbuat dari wol (b. Arab, s-w-f) yang juga digemari oleh Nabi Muhammad Saw. dan para Sahabatnya.
Sunnah (b. Arab). Praktik. Adat dan kebiasaan yang dianjurkan oleh hadis untuk diteladani karena merupakan perilaku dan perbuatan Nabi Muhammad Saw.
Sunnah, Sunni, Ahl Al-Sunnah. Istilah yang dipakai untuk menyatakan kelompok mayoritas Muslim yang keislamannya didasarkan pada Al-Quran, hadis, Sunnah, dan pada Syariat, bukan pada kesetiaan terhadap para imam sebagaimana kaum Syiah.
Talmud (b. Ibrani). Secara harfiah berarti “studi” atau “belajar”. Pembahasan rabinik klasik tentang hukum agama Yahudi kuno. Lihat juga Mishnah.
Tannaim (b. Ibrani). Para rabi generasi pertama yang mengumpulkan dan menyunting hukum Yahudi kuno yang disampaikan secara lisan, dikenal sebagai Mishnah.
Takwa (b. Arab). Kesadaran berketuhanan.
Thariqah (b. Arab). Ordo sufi.
Tauhid (b. Arab). Keesaan. Merujuk pada keesaan Tuhan dan juga kepada integrasi yang dituntut pada setiap Muslim yang berusaha keras untuk sepenuhnya tunduk kepada Tuhan.
Ta'wil. Interpretasi simbolik dan mistik atas Al-Quran yang dianjurkan oleh sekte esoterik seperti Ismaili.
Tefillin (b. Ibrani). Kotak hitam phylactery berisi naskah Shema, yang diikatkan di kening dan tangan kiri kaum pria dan anak lelaki Yahudi ketika berdoa pagi, seperti yang diperintahkan dalam Ulangan 6:4–7.
Teofani. Manifestasi Tuhan kepada umat manusia.
Theoria (b. Yunani). Kontemplasi.
Tikkun (b. Ibrani). Pemulihan. Proses penebusan dosa yang dijelaskan dalam Kabbalisme Isaac Luria, di mana serpihan-serpihan yang berpencar selama peristiwa Pemecahan Tabung disatukan kembali dengan Tuhan.
Taurat (b. Ibrani). Hukum Musa yang dimuat dalam lima kitab pertama Alkitab: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, yang secara kolektif dikenal sebagai Taurat.
Tradisionis. Ahl Al-Hadits: kaum Muslim yang menafsirkan Al-Quran dan hadis secara harfiah untuk menentang kecenderungan rasionalistik Mu'tazilah.
Tsimtsum (b. Ibrani). Menyusut, menghilang. Dalam mistisisme Isaac Luria, Tuhan dibayangkan berkonstraksi ke dalam dirinya sendiri untuk membuat ruang bagi penciptaan. Oleh karena itu, merupakan sebuah tindakan kenosis dan pembatasan diri.
Tuhan (Godhead). Sumber realitas yang tak dapat dijangkau, tersembunyi yang kita kenal sebagai “Tuhan”.
Tuhan Langit (Sky God). Lihat Tuhan Tertinggi.
Tuhan Tertinggi (High God). Tuhan yang disembah oleh banyak orang sebagai satu-satunya Tuhan, pencipta alam, yang pada akhirnya digantikan oleh dewa-dewi kuil yang lebih dekat dan menarik. Juga dikenal sebagai Tuhan Langit.
Ulama. Lihat 'alim.
Ummah (b. Arab). Komunitas Muslim.
Upanishads. Kitab suci Hindu yang disusun selama Zaman Kapak dari abad kedelapan hingga abad kedua SM.
Veda (jamak, Vedas). Lihat Rig-Veda.
Yahweh. Nama Tuhan di Israel. Yahweh pada awalnya telah menjadi dewa bangsa lain, diadopsi oleh Musa bagi bangsa Israel. Sejak abad ketiga dan kedua SM, orang Yahudi tidak lagi menyebut nama itu, tetapi menulisnya sebagai YHWH.
Yoga. Suatu disiplin yang sejak zaman kuno dikembangkan oleh orang India, yang “menggunakan” kekuatan pikiran. Melalui teknik-teknik konsentrasinya, seorang Yogi mendapat persepsi yang kuat dan tinggi tentang realitas, yang tampaknya membawa perasaan damai, bahagia, dan tenteram.
Zaman Kapak. Istilah yang dipakai oleh para ahli sejarah untuk menyatakan periode tahun 800–200 SM, suatu masa transisi ketika agama-agama besar dunia muncul dalam dunia yang berperadaban.
Zhanna (b. Arab). Prasangka. Istilah yang dipakai di dalam Al-Quran bagi spekulasi teologis yang tidak bermakna.
Ziggurat. Menara-kuil yang didirikan oleh orang Sumeria dalam bentuk yang banyak dijumpai di berbagai bagian dunia. Ziggurat terdiri dari tangga-tangga batu besar yang memampukan orang naik ke atas untuk bertemu dengan dewa-dewa mereka.







Comments (0)